Sinergi Gereja dan Sekolah Teologi dalam Mengembangkan Moderasi Beragama Kontekstual dan Kerukunan Sosial
DOI:
https://doi.org/10.63422/mk.v2i2.47Keywords:
Moderasi Beragama Kontekstual; Kerukunan Sosial; Sinergi Gereja; Sekolah TeologiAbstract
The social cohesion of Indonesian society is currently experiencing serious disruption due to three interconnected phenomena: polarization, radicalism, and intolerance. This article analyzes the strategic collaboration between churches and theological colleges as a joint effort to develop contextually appropriate religious moderation for the realization of social harmony. Using a descriptive qualitative method, this study examines the roles and points of convergence of these two institutions. The results show that theological schools serve as a source for formulating the theological and intellectual basis of religious moderation, while the church practically implements this concept among its congregation and the wider community. The synergy between the two, thru relevant curricula, joint research, and community service programs, serves as an important link that transforms theological ideas into tangible social action. This research concludes that planned synergy between churches and theological schools is a necessity in order to produce Christian leaders and communities capable of being agents of peace and actively contributing to social harmony in Indonesia.
Abstrak
Keutuhan sosial masyarakat Indonesia pada saat ini sedang mengalami gangguan serius akibat tiga fenomena yang saling berhubungan yaitu polarisasi, radikalisme, dan intoleransi. Artikel ini menganalisis kolaborasi strategis antara gereja dan sekolah tinggi teologi sebagai usaha bersama dalam mengembangkan moderasi beragama yang sesuai konteks untuk mewujudkan kerukunan sosial. Menggunakan metode kualitatif deskritif, penelitian ini mengkaji peran dan tittik pertemuan dua institusi tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa sekolah teologi berfungsi sebagai sumber yang merumuskan dasar teologis dan intelektual moderasi beragama, sedangkan gereja menjadi pelaksana konsep tersebut secara praktis di kalangan jemaat dan masyarakat. Sinergi keduanya, melalui kurikulum yang relevan, penelitian bersama, dan program pengabdian masyarakat, menjadi penghubung penting yang mengubah gagasan teologis menjadi suatu tindakan sosial yang nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi yang terencana antara gereja dan sekolah teologi adalah sebuah keharusan dengan maksud untuk melahirkan pemimpin dan komunitas Kristen yang mampu menjadi agen perdamaian serta berkontribusi aktif dalam kerukunan sosial di Indonesia.
Downloads
References
Agustina, Niken laras. “Penghapusan Diskriminasi Penegakan Hukum Di Indonesia” (2019): 3–7.
Anjaya, Carolina Etnasari, and Martina Novalina. “Konsep Sinergi Piramida Dalam Pendidikan Kristen: Upaya Cegah Tangkal Perilaku Korupsi Di Indonesia.” Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) 4, no. 1 (2022): 30–44.
Arifianto, Yonatan Alex. “Menumbuhkan Sikap Kerukunan Dalam Persepektif Iman Kristen Sebagai Upaya Deradikalisasi.” Khazanah Theologia 3, no. 2 (2021): 93–104.
———. “Peran Gembala Menanamkan Nilai Kerukunan Dalam Masyarakat Majemuk.” Voice Of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 3 no 1, no. 1 (2020): 1–3. http://stthami.ac.id/ojs/index.php/hami/article/viewFile/11/13.
Arifin, Firdaus, Universitas Pasundan, and Rosa Tedjabuwana. “Jurnal Civics : Media Kajian Kewarganegaraan Indonesia ’ s Identity Politics and Populism : Disruption to National Cohesion” 22, no. 1 (2025): 166–175.
Chudzaifah, Ibnu, and Afroh Nailil Hikmah. “MODERASI BERAGAMA : Urgensi Dan Kondisi Keberagamaan Di Indonesia.” Al-Fikr : Jurnal Pendidikan Islam 8, no. 1 (2022): 1–15.
Damanik, Roy, Yulianus Bani, Sujsan Selvi Moningka, Natan, and Maradona Elisa Mawu. “Peranan Sekolah Tinggi Teologi Dalam Memperlengkapi Hamba Tuhan Pada Era Digital.” Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 3, no. 2 (2022): 98–111.
Dr. Yanuarius Seran, Drs. M.Hum. Peranan Pemimpin Agama: Dalam Membangun Dialog Antarumat Beragama Di Keuskupan Atambua, 2023.
Hart, C. W. M. The Social System. T Alcott P Arsons . American Anthropologist. Vol. 56, 1954.
Jonathan Pakpahan, Binsar. “Membangun Teologi Publik Dalam Konteks Masyarakat Kepulauan: Contoh Kasus Gereja Masehi Injili Di Timor.” Jurnal Teologi 12, no. 01 (2023): 6–10.
Karo Karo, Rizky P P, and Indah Sriulina Br Ginting. “Upaya Menjaga Kerukunan Umat Beragama Di Indonesia Pada Media Sosial (Perspektif Etika Dan Undang-Undang Informasi Dan Transaksi Elektronik).” Jurnal Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia 9, no. 3 (2021): 140–141.
Kasus, Studi, Penanganan Korupsi, and Pemerintahan Daerah. “Problem Sosiologis Pluralisme Agama Di Indonesia” 13, no. May (2007): 86.
Kementerian Agama RI. TANYA JAWAB MODERASI BERAGAMA. Vol. 19. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI Gedung, 1385.
Konteks, UMTP dalam. “Teologi Publik Berdasarkan Pancasila.” Katalog.Ukdw.Ac.Id (2018): 7–9.
Kristeno, Marianus Rago, and Teresia Noiman Derung. “Tinjauan Kritis Terhadap Konsep Agama Sebagai Institusi Sosial Dalam Ide Moderasi Di Indonesia.” Danum Pambelum: Jurnal Teologi Dan Musik Gereja 4, no. 2 (2024): 76–88.
Kurniawan, Martha Mulyani, Sekolah Tinggi, and Teologi Kadesi. “Peran Gereja Dalam Membina Moderasi Beragama Melalui Pelayanan Kesehatan Gratis Di Cileungsi, JURNAL KADESI I Jurnal Teologi Dan PAK I VOLUME 6. Nomor 2 I Juni 2024” 6 (2024): 8–12.
Malisngorar, Julia, and Besse Sugiswati. “Pela Gandong.” Perspektif: Kajian Masalah Hukum dan Pembangunan, 22, no. 1 (2017): 69–70.
Manurung, Irenza Arta Nauli, Clarita Hukum, Fredy Kapang, and Aska Aprilano Pattinaja. “Jurnal Teologi Pambelum.” Pentingnya Rasa Malu 4, no. 2 (2025): 73.
Nur, Indria, Hasse Jubba, and Sudirman. “Moderasi Beragama Dalam Bingkai Kearifan Lokal Praktik Moderasi Beragama Masyarakat Adat Pulau Misool Papua Barat Daya.” DIALEKTIKA Jurnal Pemikiran Islam dan Ilmu Sosial 1, no. 16 (2023): 15–17.
Padakari, Seprianus L, and Rezeki Putra Gulo. “Teologi Dan Keadilan Sosial: Peran Gereja Dalam Merespons Ketimpangan Global.” Tumou Tou 12, no. 1 (2025): 41–52.
Pengabdian, Jurnal, and Kepada Masyarakat. “Akoloutheo :” 1, no. September (2024): 69–70.
Putri, Hepni S, Asnawati Saogo, and Sandra Rosiana Tapilaha. “Teologi Sebagai Landasan Bagi Gereja Dalam Mengembangkan Pendidikan Agama Kristen” 2, no. 2 (2024): 99–120.
Ramadhan, Muhammad Ramzy, Zaenul Islam, Kata Kunci, and : Pancasila. “Peran Pancasila Sebagai Pedoman Dalam Moderasi Beragama Di Indonesia.” Civic Education and Social Science Journal (Cessj) 4 (2022): 113.
Safi, Jamin. “Konflik Komunal: Maluku 1999-2000.” ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah 13, no. 1 (2017): 38–42.
Siagian, Riris Johanna. “Penatua Gereja HKBP Dalam Pelayanan Diakonia Yang Inklusif.” Journal Of Human And Education (JAHE) 4, no. 6 (2024): 1178–1183.
Simanjuntak, Fredy, Fransiskus Irwan Widjaja, Irfan Feriando Simanjuntak, Sabar Manahan Hutagalung, and Mangiring Tua Togatorop. “Menuju Prinsip Teologi Keseimbangan Di Era Digital: Refleksi Gereja Dalam Transisi Pandemi Covid-19.” Integritas: Jurnal Teologi (2021).
Simon, Simon, and Yonatan Alex Arifianto. “Kerukunan Umat Beragama Dalam Bingkai Iman Kristen Di Era Disrupsi.” Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi 1, no. 1 (2021): 35–43.
Siswoko, Edy, Sara Wahyuni, and Sekolah Tinggi Alkitab Jember. “Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat Integrating the Gap Between Faith Education and Christian Learning in the Indonesian Context with a Christian Worldview.” Ejti 8, no. 2 (2024): 169–182.
Dewi Ariyanti Soffi. “Dialog Lintas Iman: Upaya Forum Kerukunan Umat Beragama Dalam Membangun Kehidupan Toleransi Umat Beragama.” WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter 7, no. 2 (2023): 176–192.
Sudhiarsa, Raymundus I Made. “Doing Theology And Our Theological Education: An Indonesian Perspective.” International Journal of Indonesian Philosophy & Theology 1, no. 2 (2021): 105–115.
Woolcock, Michael, and Deepa Narayan. “Social Capital: Implications for Development Theory, Research, and Policy.” The World Bank Research Observer 15, no. 2 (August 2000): 225–249.
Yunus, Nur Rohim. “Aktualisasi Demokrasi Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara.” Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal 2, no. 2 (2015): 156–166.
Zainal Abidin Bagir. Pluralisme Kewargaan. Program Studi Agama dan Lintas Budaya, 2011.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aprillia Samanta Rachmawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
About copyright, the authors agree to the following terms:
1. Rights of Authors: The authors retain copyright and other proprietary rights relating to the article. The authors are also permitted to reuse the substance of the article on personal websites, institutional repositories, or other purposes such as further research, lectures, books, or class discussions with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
2. Warranties from Authors: The author warrants that the article is original, written by the stated author(s), has not been previously published, contains no unlawful statements, does not infringe on the rights of others, is subject to copyright that is vested exclusively in the author and free of any third party rights, and that the author has obtained any necessary written permissions to quote from other sources.
3. License to Publish and Archive: The authors grant Rumah Kristus: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen the right of first publication and distribution in electronic and print editions of the article simultaneously under Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0). If the manuscript is accepted to be published, the author should fill, sign and send back the License to Publish Agreement form. The authors also agree to grant Rumah Kristus: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen the right to create and store electronic archival copies of the article.






